TRANSLATOR

Senin, 27 Agustus 2012

Rangkaian Hari Raya Galungan dan Kuningan


Peringatan Hari Galungan sebenarnya sudah dimulai beberapa hari sebelum Galungan dan berakhir beberapa hari setelah Kuningan.


Galungan minus 6, hari Kamis (Wrespati) Wage wuku Sungsang, disebut Sugimanek (Sugihan) Jawa , adalah hari kedatangan para Dewa ke Bumi. Pada hari ini umat melakukan upacara ditujukan kepada para Dewa dan luluhur.


Galungan minus 5, hari Jumat (Sukra) Keliwon Sungsang, disebut Sugimanek (Sugihan) Bali , adalah hari untuk membersihkan diri. Umumnya umat melakukan upacara di pura (matirtha yatra), berdoa dan lebih menghayati ajaran dalam Kitab Suci Weda.


Galungan minus 3, hari Minggu (Redite) Pahing Dungulan adalah hari dimana umat disarankan untuk melakukan semedi untuk menenangkan diri. Pada 3 hari sejak hari Minggu akan datang 3 macam Bhuta yang akan menggoda pikiran kita yaitu Bhuta Galungan, Bhuta Dungulan, dan Bhuta Amangkurat. Pada hari Minggu atau Senin ini, umat mulai membuat kue atau tape untuk Galungan.


Galungan minus 1, hari Selasa (Anggara) Wage Dungulan disebut Penampahan , biasanya umat melakukan pemotongan hewan untuk keperluan upacara. Juga melakukan caru/segehan di halaman rumah ditujukan kepada Sang Bhuta Galungan.


Galungan, hari Rabu (Budha) Keliwon Dungulan adalah hari kemenangan atas ujian mental selama 3 hari dari Sang Bhuta Galungan sekaligus simbol kemenangan Dharma melawan Adharma. Persembahan ditujukan kepada Tuhan dan leluhur yang turun ke dunia.


Galungan plus 1, hari Kamis (Wrespathi) disebut Umanis Galungan , adalah hari dimana umat bisa menikmati hari kemenangan. Umumnya orang melakukan rekreasi ke tempat-tempat wisata.


Galungan plus 5, hari Senin (Soma) Keliwon Kuningan, disebut Pamacekan Agung , adalah hari untuk berdoa untuk tujuan yang mulia dan kebersihan hati. Pemacekan berasal dari kata ‘pacek’ yang berarti di tengah (5 hari setelah Galungan dan 5 hari sebelum Kuningan).


Galungan plus 10, hari Sabtu (Saniscara) Keliwon Kuningan, disebut Tumpek Kuningan, hari datangnya para Dewa dan luluhur ke dunia, namun hanya sampai pukul 12 siang. Itulah sebabnya umat melakukan upacara sebelum tengah hari berlalu.


Galungan plus 35, hari Rabu (Buda) Keliwon Pahang, disebut Pegat Wakan, adalah hari terakhir dari rangkaian meditasi selama 42 hari sejak Sugimanek Jawa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar